Web 1.0 (1990-2000)
Web1.0 adalah generasi pertama dari website di
internet. Web 1.0 adalah merupakan
teknologi web yang pertama kali digunakan dalam aplikasi world wide web, atau
ada yang menyebut web 1.0. sebagai www itu sendiri yang banyak digunakan dalam
situs web yang bersifat personal.Dalam web 1.0 para pengunjung dapat
mencari dan browsing data yang ada di dalam web, namun pengunjung tidak
memiliki akses untuk memasukkan data atau informasi ke dalam situs. Pada masa
web 1.0, layanan internet masih berkisar diantara static website yang saling
dihubungkan dengan hyperlink. Website pada kala itu, hanya menyampaikan
informasi satu arah dalam bentuk brosur online. Pada tahun 1998
Google berdiri dan internet semakin mudah untuk digunakan. Pada masa itu,
website dengan format portal berita dan toko online (example: Amazon.com)
menjadi website yang paling diminati oleh para investor. Beberapa ciri atau karakteristik web 1.0. adalah:
·
Merupakan
halaman web yang statis atau hanya berfungsi untuk menampilkan.
·
Halaman
masih didesain sebagai html murni, yang ‘hanya’ memungkinkan orang untuk
melihat tanpa ada interaksi
·
Biasanya
hanya menyediakan semacam buku tamu online tapi tidak ada interaksi yang intens
·
Masih
menggunakan form-form yang dikirim melalui e-mail, sehingga komunikasi biasanya
baru satu arah.
Web 2.0 (2001-2010)
Pada Web 2.0 pengembangan dimulai. Pada era ini, pengunjung
dapat melakukan interaksi dengan diatur oleh system yang ada pada web. Web 2.0
sendiri merupakan istilah yang dicetuskan pada tahun 2003 oleh O’reilly Media
lalu kemudia dipopulerkan pada konfrensi web 2.0 pada tahun 2004. Web 2.0
memiliki beberapa ciri khas, yaitu: share, collaborate dan exploit. Di dalam
era web 2.0 penggunaan web untuk berbagi pertemanan, kolaborasi menjadi sesuatu
yang penting. Web 2.0 mulai digemari dan diminati seiring dengan maraknya blog,
Friendster, Youtube, Myspace, dan Flickr. Kehidupan sosial di dunia maya pada
masa ini benar-benar terasa. Banyak perusahaan online tumbang di masa
DotCom Bubble burst, namun banyak juga yang bertahan. Google, Yahoo, Amazon dan
eBay adalah beberapa diantaranya. Kehancuran selalu menyisakan pemain berkualitas
yang bertahan. Dari keruntuhan DotCom Bubble burst tersebut, wajah world wide
web perlahan mulai berubah. Pada tahun 2001, Wikipedia diluncurkan kemudian
Apple mendirikan ITunes. Pada tahun 2002, Friendster diluncurkan. Perlahan,
worl wide web mulai dihuni oleh website-website yang berbeda dengan website
website yang sebelumnya seperti dotcom bubble burst. Istilah web 2.0 kemudian
tidak lagi membagi world wide web berdasarkan teknologi nya. Namun membagi
berdasarkan karakter website tersebut. Lalu kemudian istilah Web 2.0 juga
memunculkan Web 1.0, yaitu istilah untuk website pada era sebelumnya. Pada
garis besarnya, web 2.0 berbicara mengenai partisipasi. hubungan komunikasi
many-to-many. Jika pada era web 1.0 (era sebelum web 2.0, dari 1990 hingga 2001)
pengguna internet dengan mudah membrowse internet, namun pengadaan konten di
internet masih ‘dikuasai’ oleh para geek
yang menguasai bahasa HTML untuk membuat halaman web. Komunikasi yang terjadi
pun hanya satu arah: dari pemilik website ke pengunjungnya. Pada era web 2.0,
pengadaan konten di internet tidak lagi dikuasai oleh geek. Website – website yang digolongkan ke dalam kategori web 2.0
memfasilitasi pengguna internet biasa untuk menuliskan konten mereka sendiri:
Website sharing foto seperti flickr, blog service seperti wordpress.com,
blogger.com, video sharing seperti YouTube, dll. Komunikasi pun terjadi secara
dua arah, dimana pengunjung web juga bisa memberikan informasi.
Web 3.0 (2005-now)
Pada masa ini, lambat laun kebiasaan dan kebutuhan para
pengunjung dunia maya semakin bertambah dan selalu berubah. Hal ini juga
sejalan dengan semakin cepatnya akses internet broadband dan teknologi komputer
yang semakin canggih. Jika pada telekomunikasi sudah mulai terdengar isu era
4G, begitu juga yang terjadi pada dunia website yang juga memunculkan isu akan
segera hadirnya era baru yaitu Web 3.0. Teknologi web generasi ketiga ini
merupakan perkembangan lebih maju dari Web 2.0 dimana disini web seolah-olah
sudah seperti kehidupan di alam nyata. Web 3.0 memiliki ciri-ciri umum seperti suggest, happen dan provide. Pada masa
ini, web sudah berperan sebagai assisten pribadi kita. Dengan menggunakan
teknologi 3D animasi, para pengunjung sudah bisa membuat profil avatar yang
sesuai dengan karakter, kemudian melakukan aktivitas di dunia maya seperti
layaknya di dunia nyata. Lalu kemudian web 3.0 menjadi dunia virtual kita. Web
3.0 adalah generasi ketiga dari layanan internet berbasis web. Konsep Web 3.0
pertama kali diperkenalkan pada tahun 2001, saat Tim Berners-Lee, penemu World
Wide Web, menulis sebuah artikel ilmiah yang menggambarkan Web
3.0 sebagai sebuah sarana bagi mesin untuk membaca halaman-halaman Web. Hal ini
berarti bahwa mesin akan memiliki kemampuan membaca Web sama seperti yang
manusia dapat lakukan sekarang ini. Web 3.0 berhubungan dengan konsep Web Semantik, yang memungkinkan isi web
dinikmati tidak hanya dalam bahasa asli pengguna, tapi juga dalam bentuk format
yang bisa diakses oleh agen-agen software. Beberapa ahli bahkan menamai Web 3.0
sebagai Web Semantik itu sendiri. Keunikan dari Web 3.0 adalah konsep dimana
manusia dapat berkomunikasi dengan mesin pencari. Kita bisa meminta Web untuk
mencari suatu data spesifik tanpa bersusah-susah mencari satu per satu dalam
situs-situs Web. Web 3.0 juga mampu menyediakan keterangan-keterangan yang
relevan tentang informasi yang ingin kita cari, bahkan tanpa kita minta.



0 komentar:
Posting Komentar