Pages

Subscribe:

About us

Minggu, 11 September 2016

Konsep Informasi : Hubungan Data, Informasi, dan Pengetahuan

Konsep Informasi:
 Hubungan Data, Informasi, dan Pengetahuan 

A. PENGERTIAN DATA
Menurut Pendit (1992), data adalah hasil observasi langsung terhadap suatu kejadian, yang merupakan perlambangan yang mewakili objek atau konsep dalam dunia nyata dan dilengkapi dengan nilal tertentu.
Menurut Ralston dan Reilly (Chamidi, 2004: 314), data didefinisikan sebagai fakta atau apa yang dikatakan sebagai hasil dan suatu observasi terhadap fenomena alam. Sebagai hasil observasi langsung terhadap kejadian atau fakta dan fenomena di alam nyata, data bisa berupa tulisan atau gambar yang dilengkapi dengan nilai tertentu. Contohnya, daftar hadir siswa semester 1 ilmu perpustakaan dan kearsipan adalah data.  Daftar tersebut masih merupakan bentuk mentah karena belum memberikan informasi apa-apa.
Sebagian besar orang awam sering memiliki pengertian yang agak rancu terhadap data dan informasi. Sering terjadi pengertian data digunakan untuk menyebut informasi. Demikian pun sebaliknya.

B. INFORMASI
banyak yang mengatakan bahwa informasi adalah yang kita komunikasikan, seperti yang disampaikan seseorang baik secara lisan,surat kabar,video,dan lainnya.
Seperti yang di kutip oleh pendit (1992:64), mengategorikannya sebagai the ordinary  notion of information , yang intinya tidak ada informasi jika tidak ada yang membawanya. Di antara yang sering membawa informasi adalah bahasa manusia melalui komunikasi antarmanusia, meskipun tidak selalu manusia yang membawa informasi, komunikasi juga bisa berupa asap,DNA,aliran listrik, atau gambar. Kesimpulannya disini informasi adalah makna yang terkandung dalam suatu pesan.
ada tiga makna dari kata informasi, Pertama adaiah informasi sebagai suatu proses, yaitu merujuk pada kegiatan-kegiatan menjadi terinformasi.
Makna yang kedua adalah informasi sebagal pengetahuan. Di sini, informasi mengacu pada segala kejadian di dunia (entitas) yang tak terhingga, yang tak  dapat disentuh, atau sesuatu yang abstrak. Sebagai sesuatu yang abstrak, informasi dilihat dan makna yang terkandung dalam keseluruhan medium yang digunakan, kemudian dapat diartikan secara berbeda antara si pengirim dan si penerima. Informasi dianggap sebagai bagian abstrak dan pikiran manusia sesuai dengan isi dan makna pesan yang diterima. Misal, “suaramu keras sekali” padahal maksudnya suaranya sangat  pelan.
Makna yang ketiga adalah informasi dianggap sebagai suatu benda atau penyajian yang nyata dari pengetahuan. Sebagai benda yang nyata, informasi dilihat dan rangkaian simbol-simbol dan dapat ditangkap oleh pancaindra manusia serta dapat saling dipertukarkan. Informasi dianggap sebagai bahan mentah yang nyata, yang berada di luar manusia yang memerlukan pemrosesan lebih lanjut. Contoh, seorang anak ingin membeli suatu mainan tertentu, dan dia menyuruh pelayan toko untuk mencarikannya, namun pelayan itu tidak tahu dan memanggil pelayan toko yang lain yang dirasa tahu tentang informasi mainan yang diminta anak itu tadi.
Dalam hubungannya dengan sistem informasi, informasi dapat kita definisikan sebagai kumpulan data yang terstruktur yang kita komunikasikan lewat bahasa lisan, surat kabar, video, dan lain sebagainya. Hal tersebut dapat mempunyai dua pengertian, yaltu 1) sebagai benda nyata (information of  a thing) dan 2) sebagai sesuatu yang abstrak. Definisi tersebut berdasarkan pendapat Teskey (Pendit, 1992). Menurutnya, informasi adalah kumpulan data yang terstruktur yang disampaikan seseorang kepada orang lain.
Kemudian, Gordon B. Davis (1999: 28) juga memberikan definisi. Menurutnya, informasi dan sudut pandang sistem informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang. Di samping itu. dalam Oxford English Dictionary, dijabarkan informasi sebagai sesuatu yang dapat diberitahukan atau dijelaskan (that of which is apprised or told), keterangan (intelligence), dan berita(news) (Zorkoczy, 1998: 9). Berita, menurut  Arifin (1997), adalah informasi yang menarik, penting. dan belum pernah didengar.
Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi Publik, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan informasi dapat dilihat berikut ini.
          Keterangan, pernyataan, gagasan, serta tanda-tanda yang  mengandung nilai, makna, dan pesan, baik data, fakta, maupun  penjelasannya yang dapat dilihat, didengar, dan dibaca yang disajikan dalam berbagai kemasan dan format sesuai dengan perkembangan teknologi informasi serta komunikasi secara elektronik ataupun nonelektronik.
Dengan demikian, pengertian informasi dalam modul menggunakan definisi dan Undang-Undang No 14 Tahun 2008.
Terkait dengan mutu inforrnasi. Buckland (Rivalina. 2004: 203) menjabarkan informasi menjadi: a) information as process (berperan menyampaikan), b) information-as -knowledge (sesuatu yang dirasakan dalam information-as-process, pengetahuan yang dikomunikasikan), dan c) information-as-thing, informasi adalah objek, seperti data dan dokumen yang dapat memberikan informasi  (Rivalina, 2004: 203).
Individu sebagai pengguna tentu mengharapkan informasi yang akurat.  Informasi harus bermakna jelas, yakni dapat dimengerti oleh si penerima (zorkoczy, 1988: 12-13)
Nilai Informasi
          Informasi dalam konteks informasi akan menjadi bernila, semakin formal dan ideal apabila didasarkan pada sepuluh sifat menurut burch dan starter (davis,1999:58-59) berikut:
1.   Accessibility: sifat ini menujukkan  mudah dan cepatnya diperoleh keluaran informasi.
2.   Luas dan lengkapnya (comprehensiveness): sifat ini menunjukkan lengkapnya isi informasi. Hal ini tidak berarti hanya mengenai volumenya, tetapi juga mengenai output informasinya.
3.   Ketelitian (accuracy): berhubungan dengan tingkat kebebasan dari kesalahan pegeluaran informasi.
4.   Kecocokan (appropriateness): sifat ini menunjukan seberapa jauh keluaran informasi berhubungan dengan permintaan para pemakai. Isi informasi harus berhubunngan dengan masalah.
5.   Ketepatan waktu (timeliness): berhubugn dengan waktu yang dilalui dan yang lebih pendek pada saat diperolehnya informasi.
6.   Kejelasan (clarify): atribut ini menunjukan tingkat keluaran informasi dan bebas dari istilah-istilah yang tidak dipahami.
7.   Keluwesan (flexibility): sifat ini berhubungan dengan dapat di sesuaikannya keluaran informal.
8.   Dapat dibuktikan (verifiability): atribut inl menunjukkan kemampuan beberapa pengguna informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama.
9.   Tidak ada prasangka (freedom from bias): sifat ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.
10.               Dapat diukur (quantifiable): sifat ini menunjukkan hakikat informal yang dihasilkan pada sistem informasi formal (Davis, 1999: 58—59).
Informasi merupakan sarana baku untuk menunjang dan meningkatkan kegiatan bidang ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan teknologi.
C. JENIS-JENS INFORMASI
          Jenis informasi untuk kegiatan manusia menurut soetaminah (1991) terdiri sebagai berikut,
  1. Informasi untuk kegiatan politik. Informasi ini digunakan oleh para politikus dalam melakukan kegiatan politiknya. Misalnya, informasi yang didapat oleh anggota partai politik A mengenai akan adanya reshufle kabinet. Kemudian, informasi ini digunakan oleh partai politiknya untuk menyusun strategi mendekati kepala negara agar mendapatkan kursi di kabinet. Akan tetapi, oleh partai politik B yang juga mendengar informasi itu, digunakan untuk melemahkan kinerja pemerintahan agar menggoyangkan kabinet yang sedang berjalan dan mereka berusaha menggulingkan pemerintahan.
  2. Inforrnasi untuk kegiatan pemerintahan. Informasi ini digunakan para pejabat untuk menyusun rencana. membuat keputusan, dan kebijakan-kebijakan pemerintah. Misalnya, informasi dari para menteri kepada presiden tentang daerah yang terkena bencana alam. Informasi ini digunakan oleh presiden untuk menyusun strategi membuat kebijakan  tentang penanggulangan bencana alam secara menyeluruh.
  3. Informasi untuk kegiatan sosial, Informasi ini digunakan oleh pemerintah untuk menyusun rencana-rencana, membuat keputusan dan kebijakan, serta menentukan program kerja, antara lain untuk program-progam kerja kesehatan, pendidikan. atau di luar kegiatan utama dari departemen yang membawahinya.
  4. Infomasi untuk dunia usaha Infomasi yang dibutuhkan untuk berwirusaha mencakup masalah-masalah: a) pemupukan modal usaha melalui pinjaman dari bank; b) investasi; c) lokasi pabrik; d) berbagai macam hal yang terkait dengan produksi, seperti jenis produksi, kualitas dan kuantitasnya, pemasaran hasil produksi, dan distribusi hasil produksi; e) hubungan perusahaan dengan pemerintahan; serta f) persaingan, alih teknologi, dan lain-lain.
  5. Infomasi untuk kegiatan militer. Infonnasi ini diperlukan oleh pejabat militer agar selalu mengikuti infomasi kemiliteran yang meliputi perubahan sistem persenjataan, perubahan sistem logistik, perubahan system administrasi, perencanaan strategi, dan pembinaan pasukan.
  6. Infomasi untuk penelitian. Untuk melakukan penelitian, seorang peneliti perlu mengetahui berbagai macam penelitian yang pemah dilakukan oleh peneliti lain, termasuk hasilnya. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari duplikasi penelitian. Di samping itu, peneliti perlu mengetahui dari mana sumber-sumber infomasi itu diperoleh, misalnya melalui jurnal-jurnal, baik tercetak maupun online.
  7. Infomasi untuk pengajar. Pengajar, baik guru maupun dosen, membutuhkan informasi untuk menambah pengetahuan mereka Untuk memperluas cakrawala pengetahuan, mereka dapat membacanya dari buku-buku. majalah, atau hasil-hasil penelitian, baik tercetak maupun elektronik.
  8. Infomasi untuk tenaga lapangan. Tenaga lapangan, baik penyuluh pertanian maupun penyuluh kesehatan, adalah orang-orang yang bekerja memberikan informasi kepada masyarakat. Oleh karena itu, mereka butuh infomasi yang praktis dan mudah, misalnya petunjuk bergambar untuk identiñkasi hama padi atau petunjuk bergambar untuk membersihkan sarang nyamuk, cara memberantas sarang-sarang nyamuk, dan sebagainya Petunjuk-petunjuk itu bisa mereka dapatkan dari buku-buku praktis.
  9. Infomasi untuk individu adalah informasi yang dibutuhkan seseorang sesuai dengan statusnya dalam masyarakat, pendidikannya, dan kegiatannya. Sebagai contoh, seseorang yang membutuhkan informasi untuk membantu kegiatannya dalam dunia perdagangan, misalnya
  10. informasi tentang kurs dolar ke rupiah; orang yang ingin bepergian ke Arab Saudi, misalnya kurs real ke rupiah; atau infomasi tentang keberangkatan pesawat terbang, kereta api, dan sebagainya. Infomasi untuk pelajar dan mahasiswa. Pelajar dan mahasiswa membutuhkan infomiasi guna mengembangkan pengetahuannya. Merekamencari informasi dari buku teks,buku wajib, majalah, dan sebagainya guna memperoleh tambahan pengetahuan.


Jenis informasi lain menurut Pamanto(2004) dalam Wulandari,dkk (2007), yaitu informasi terekam dan informasi tak terekam. Informasi terekam adalah informasi yang dapat direkam melalui berbagai alat atau media, bisa media grafis, media elektronik, dan media audiovisual, tak terkecuali media tercetak.jenis informasi ini disebut dokumen. Contohnya, informasi tentang suatu artikel tentang suatu objek tertentu dimasukan kedalam jurnal ilmiah, kemudia disimpan dalam CD-ROM. Sedangkan informasi tak terekam adalam informasi yang belum atau tidak dapat direkam karena situasi dan kondisi serta nilai kepentingan yang di kandung dalam informasi itu. Contoh, informasi informal tentang kecelakaan kerea api atau pesawat.
D. KARAKTERISTIK INFORMASI
1.   Luas Informasi
Adalah seberapa luas ruang lingkup informasi tersebut.
2.   Kepadatan Informasi
Adalah seberapa berisinya informasi yang diterima.
3.   Frekuensi Informasi
Adalah tingkat rutinitas informasi yang dibutuhkan oleh masing-masing tingkatan manajemen.
4.   Waktu Informasi
Adalah informasi tentang kondisi atau situasi yang telah dilalui dan akan dihadapi oeh organisasi tersebut di masa depan.
5.   Sumber Informasi
Berarti dari mana informasi tersebut didapat, ada sumber internal dan sumber eksternal.

E. PENGETAHUAN

Pengetahuan adalah sesuatu yang digunakan manusia untuk memahami dunia,yang dapat diubah-ubah berdasarkan informasi yang diterima. Informasi dan data merupakan sarana baku untuk menunjang  dan meningkatkan kegiatan bidang ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan teknologi.
Menurut Teskey (Pendit, 1992:80-81), data adalah hasil dari observasi langsung terhadap suatu kejadian. Data ini bisa disimpan dalam bentuk konkret. Sedang informasi adalah kumpulan data yang terstruktur untuk memperlihatkan hubungan-hubungan entitas. Dan pengetahuan, adalah model yang digunakan untuk memahami dunia dan yang dpat diubah-ubah oleh informasi yang diterima oleh pikiran manusia.
Hubungan informasi dan pengetahuan lebih menekakan kan pada pengertian informasi dan pengetahuan sebuah proses yang bersambungan.selalu merujuk pada suatu hubungan yang terus menerus antara informasi yang baru diperoleh dan pengetahuan yang masih statis pada saat informasi tersebut diterima (Nitecki 1985,dalam pendit, 1992:81).
Hubungan informasi data dan pengetahuan dijelaskan oleh Sulistyo Basuki(2011). Menurutnya, informasi dimulai dengan sebuah peristiwa (event).

LATAR BELAKANG ILMU INFORMASI DAN RUANG LINGKUP ILMU INFORMASI

A. RUANG LINGKUP ILMU INFORMASI
Kriteria terbaru dari ilmu infomiasi menurut Vickery dan Vickery ( 1987) dapat dikelompokkan menjadi dua bagian,
1.   Bagian utama atau topik inti terdiri atas hal berikut ini.
a)   Pengetahuan dan komunikasi pengetahuan tersebut
b)   Sumber-sumber informasi
Sumber informasi digolongkan menjadi 2 golongan besar, yaitu dokumen dan nondokumen. Nondokumen adalah manusia yang bisa terdiri atas pengarang, dosen/pengajar, dan teman seprofesi. Sumber dokumen dapat dibagi menjadi 3 (soeatminah, 1992:45-51), yaitu
-      primer, didapatkan dari karangan asli yang itulis secara lengkap dan terdiri atas:
·        monograph
·        artikel majalah
·        laporan langsung atau reportase yang dapat berupa hasl wawancara dengan seseorang dan laporan pandangan mata
·        hasil penelitian
-      sekunder, adalah hasil ringkasan sumber primer dan merupakan alat bantu untuk menemukan sumber primer.
-       Tersier, adalah ringkasan dari sumber sekunder.
c)   Pengelolaan informasi
Organisasi informasi yang dimaksud adalah bagaimana mengolah informasi mulai dari informasi tersebut disiapkan, diinventaris,dikatalog, diklasifikasi, sampai dilayankan.
d)   Temu kembali informasi
Yaitu proses penemuan kembali informasi dalam suaatu system informasi atau pangkalan data (suwanto,2009:1-3). Ada dua cara yang digunakan,
-      Penelusuran secara manual, dengan cara-cara manual tanpa bantuan komputer
-      Penelusuran secara elektronis, dengan menggunakan sarana-sarana elektronis
e)   Penyebaran informasi
Dalam istilah ilmu dokumentasi lebih dikenal dengan nama penyebaran informasi terpilih atau selected dissemination information. Penyebaran infonnasi atau dalam istilah ilmu dokumentasi lebih dikenal dengan nama penyebaran informasi terpilih atau selected dissemination information. Penyebaran informasi terpilih yang dimaksud di sini adalah suatu prosedur untuk memberikan acuan dari dokumen-dokumen yang dibutuhkan pemakai yang berhubungan dengan bidang atau subjek yang diminati dalam waktu tertentu.
f)    Manajemen informasi
Menurut Wikepedia adalah pengumpulan dan pengelolaan informasi dari berbagai sumber kepada pemakai. Namun menurut James Robertson adalah penerapan teknologi baru untuk mengatasi masalah-masalah semacam content manajement atau manajemen dari isi sistem infonnasi atau lembaga informasi, pengelolaan dokumen, sarana-sarana system informasi (perpustakaan), dan penerapan portal pada lembaga tersebut. Menurutnya, komponen manajemen infonnasi meliputi orang, proses, teknologi, dan isi. Semua komponen ini hanrs berusaha keras agar manajemen infonnasi dalam organisasi bisa berjalan dengan efektif.
2.   Bagian pelengkap, yaitu 
a) pengelolaan data, 
b) metode penelitian,
c) bibliometrik (beberapa aspek dari matematik dan statistik), 
d) linguistik,
e) pengetahuan bahasa asing, dan 
f) teknologi informasi.
B.  PENGEMBANGAN MANAJEMEN INFORMASI
Manajemen informasi adalah suatu payung yang mencakup semua sistem dan proses dalam suatu organisasi untuk mengkreasikan dan menggunakan informasi dalam organisasi tersebut. Dalam istilah teknologi, manajemen informasi meliputi sistem-sistem berikut,
 
1.   Content management system (CMS) atau sistem manajemen berdasarkan isi adalah sistem manajemen yang melihat isi informasinya. Sistem ini difokuskan pada isi online (online content) yang ditargetkan untuk website perusahaan ataupun intranet.
2.   Enterprise content management system (ECMS) atau sistem informasi manajemen perusahaan berdasarkan isi adalah suatu sistem manajemen yang terdiri atas inti manajemen yang didasarkan web dengan penambahan kemampuan-kemampuan untuk mengelola mang lingkup organisasi yang lebih luas. Hal ini sering berisi manajemen dokumen, manajemen record, manajemen aset digital, atau keistimewaan-keistimewaan perusahaan.
3.   Document management system (DMS) atau sistem pengelolaan dokumen didesain untuk membantu organisasi mengelola kreasi dan alur dokumen melalui syarat-syarat yang disentralkan pada repository atau kekayaan lokal serta alur kerja yang membuka ketentuan-ketentuan bisnis dan metadata. Fokus DMS terletak pada penyimpanan dan temu kembali pada sumber-sumber elektronik dengan format orisinalnya.
4.   Records management system (RMS) atau sistem record manajemen:
standard Australia pada record manajemen (AS4390) mendefinisikan pemeliharaan sistem record sebagai sistem infomasi yang menangkap, mengutamakan, dan memberikan akses kepada record-record sepanjang waktu Hal ini mencakup pengelolaan record fisik (kertas) maupun dokumen-dokumen elektronik.
5.   Digital asset management (DAM) system atau digital aset manajemen sistem mendukung penyimpanan, penemuan kembali, dan penggunaan kembali objek-objek digital dalam suatu organisasi.
6.   Brand management system (BMN) atau sistem manajemen perusahaan adalah aplikasi spesifik dari beberapa kategori produk DAM pada manajemen materi-materi periklanan dan produksi.
7.   Library management system (LMS) atau sistem manajemen perpustakaan memberikan suatu solusi lengkap untuk administrasi semua fungsi perpustakaan dan layanan ke masyarakat.
8.   Digital imaging system atau sistem gambar digital rnengautomasikan kreasi versi-versi elektronik dari dokumen-dokurnen yang berupa kertas (semacam bentuk PDFs atau TIFFs) dan digunakan sebagai masukan pada system record manajemen.
9.   Learning management system (LMS) atau sistem manajemen untuk pembelajaran mengautomasikan administrasi dan pembelajaran-pembelajaran lain.
10.       Learning content management s'y.s'tem (LCMS) atau sistem manajemen isi pengajaran memadukan kemampuan dari CMS dengan LMS. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengelola kedua isi bdian-bahan training dan administrasi dari training tersebut.
11.       Geographic information system (GIS) atau system informasi geografis adalah system yang digunakan pada hal-hal khusus berdasarkan computer untuk pengambilan, penyimpanyan, analisis, dan penyajian ruang data.



0 komentar:

Posting Komentar